Tag Archives: biografi

Prosedur Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional

1 Sep

PROSEDUR PENGANUGERAHAN GELAR PAHLAWAN NASIONAL


 

I. PENGERTIAN

  1. Pahlawan Nasional
    adalah gelar yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada seseorang warga Negara Indonesia yang semasa hidupnya melakukan tindak kepahlawanan dan berjasa sangat luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara.
  2. Tindak Kepahlawanan
    adalah perbuatan nyata yang dapat dikenang dan diteladani sepanjang masa bagi warga masyarakat lainnya.
  3. Nilai Kepahlawanan
    adalah suatu sikap dan perilaku perjuangan yang mempunyai mutu dan jasa pengabdian serta pengorbanan terhadap bangsa dan
    negara.
  4. Keluarga Pahlawan
    adalah suami/isteri (warakawuri) pahlawan, anak kandung, anak angkat yang diangkat berdasarkan perundang-undangan yang berlaku, orang tua apabila Pahlawan yang bersangkutan belum/tidak berkeluarga.


II. SUMBER HUKUM

  1. UU No. 33 Prps Tahun 1964 tentang Penetapan Penghargaan dan Pembinaan terhadap Pahlawan.
  2. Undang-undang No. 5 Prps Tahun 1964, tentang Pemberian, Penghargaan/Tunjangan kepada Perintis Pergerakan Kebangsaan/ Kemerdekaan.
  3. UU No. 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial.
  4. Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
  5. PP No. 25/2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom.

III. KRITERIA

  1. Warga Negara Indonesia yang telah meninggal dunia dan semasa hidupnya :
  • Telah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik/ perjuangan dalam bidang lain mencapai/ merebut /memper tahankan/mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Telah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara.
  • Telah menghasilkan karya besar yang mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia.
  1. Pengabdian dan Perjuangan yang dilakukannya berlangsung hampir sepanjang hidupnya (tidak sesaat) dan melebihi tugas yang diembannya.
  2. Perjuangan yang dilakukan mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.
  3. Memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan/nasionalisme yang tinggi.
  4. Memiliki akhlak dan moral yang tinggi.
  5. Tidak menyerah pada lawan/musuh dalam perjuangannya.
  6. Datam riwayat hidupnya tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang dapat merusak nilai perjuangannya.

IV. PERSYARATAN ADMINISTRASI

  1. Usulan Calon Pahlawan Nasional diajukan tertulis secara hirarki dan berjenjang.
  2. Surat usulan Calon Pahlawan Nasional dilengkapi lampiran-lampiran antara lain :
  • Daftar uraian riwayat hidup dan perjuangan Calon Pahlawan yang bersangkutan yang ditulis secara ilmiah, disusun sistematis, berdasarkan data yang akurat.
  • Daftar dan bukti Tanda Kehormatan yang pernah diterima/diperoleh.
  • Catatan pandangan/pendapat orang dan tokoh masyarakat tentang Pahlawan Nasional yang bersangkutan.
  • Foto-foto/gambar dokumentasi yang menjadi perjuangan Calon Pahlawan Nasional yang bersangkutan.
  1. Telah diabadikan namanya melalui sarana monumental sehingga dikenal masyarakat.


V. TATA CARA PENGUSULAN

  1. Masyarakat mengajukan usulan Calon Pahlawan Nasional yang bersangkutan kepada Bupati/Walikota setempat.
  2. Bupati/Walikota mengajukan usulan Calon Pahlawan Nasional yang bersangkutankepada Gubernur melalui Instansi Sosial Provinsi setempat.
  3. Instansi Sosial Provinsi menyerahkan usulan Calon Pahlawan Nasional yang bersangkutan tersebut kepada Badan Pembina Pahlawan Daerah (BPPD) untuk diadakan penelitian dan pengkajian.
  4. Usulan Calon Pahlawan Nasional yang menurut pertimbangan BPPD dinilai memenuhi kriteria, kemudian diajukan oleh Gubernur selaku Ketua BPPD kepada Menteri Sosial RI selaku Ketua Umum Badan Pembina Pahlawan Pusat (BPPP).
  5. Menteri Sosial RI c.q. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial/Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial mengadakan penelitian administrasi.
  6. Usulan Calon Pahlawan Nasional yang telah memenuhi persyaratan administrasi kemudian diusulkan kepada BPPP untuk dilakukan penelitian dan pengkajian.
  7. Usulan Calon Pahlawan Nasional yang menurut pertimbangan BPPP dinilai memenuhi kriteria, kemudian oleh Menteri Sosial RI selaku Ketua Umum BPPP diajukan kepada Presiden RI melalui Dewan Tanda-tanda Kehormatan RI guna mendapatkan persetujuan Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional sekaligus Tanda Kehormatan lainnya.
  8. Upacara penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional dilakukan oleh Presiden RI dalam rangka peringatan hari Pahlawan 10 Nopember.

VI. BAGAN TATACARA PENGUSULAN GELAR PAHLAWAN

BAGAN


VII. Yang Berhak dimakamkan di TMPN Utama Kalibata

Berdasarkan Undang-undang No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan yang diperjelas dengan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-undang No. 20 Tahun 2009 tentang gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, maka yang berhak dimakamkan di TMPN Utama Kalibata adalah :

Warga Negara Indonesia yang telah memiliki Gelar berupa Pahlawan Nasional.

    1. Warga Negara Indonesia yang memiliki Tanda Kehormatan Bintang Republik yang terdiri atas 5 (lima) kelas, yakni :
      • Bintang Republik Indonesia Adipurna;
      • Bintang Republik Indonesia Adipradana;
      • Bintang Republik Indonesia Utama;
      • Bintang Republik Indonesia Pratama;
      • Bintang Republik Indonesia Na
    2. Warga Negara Indonesia yang memiliki Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera yang terdiri atas 5 (lima) kelas, yakni :
  • Bintang Mahaputera Adipurna;
  • Bintang Mahaputera Adipradana;
  • Bintang Mahaputera Utama;
  • Bintang Mahaputera Pratama;
  • Bintang Mahaputera Nararya.

Sumber: Kementerian Sosial Republik Indonesia

Baca lebih lanjut

HOKKY SITUNGKIR, Ilmuwan muda berprestasi Penerima Penghargaan ACHMAD BAKRIE AWARD IX 2011 untuk negeri.

14 Agu

Alangkah kaget & terperanjat saya ketika membaca berita bahwa salah seorang penerima penghargaan “ACHMAD BAKRIE AWARD” adalah seorang pemuda yg masih berumur 33 thn  bernama “HOKKY SITUNGKIR” adalah putra tertua dari seorang Pendeta yg sangat saya kenal yaitu Pdt. Drs. S Situngkir, S.Th (saat ini Pdt Ressort di HKBP Kertanegara Semarang). 4 hari sebelumnya tepatnya Rabu 10 agustus pukul 8.07 saya menerima menerima SMS dari beliau yg isinya demikian:

Info & mohon doa: Seorang dr 6 Ilmuwan yg dinilai Freedom Institute & Bakrie Utk Negeri berhak menerima PENGHARGAAN ACHMAD BAKRIE IX 2011 adalah Hokky Situngkir (Putra sulung 33 thn) sbg ILMUWAN MUDA BERPRESTASI. Penyerahan ditayangkan langsung TV One& ANTV  di Ballroom Jkt Theatre, Minggu 14/09/2011 pkl 18.00-22.00 GBU.

Baca lebih lanjut

Benarkah Pahlawan Nasional DR Wahidin Sudiro Husodo Ternyata Orang Batak Bermarga Hasibuan….?????

1 Apr

Pahlawan Nasional DR Wahidin Sudiro Husodo cukup terkenal sebagai tokoh Pergerakan Nasional 20 Mei 1908 juga dengan nama Budi Utomo, tapi orang banyak yang tidak tahu berasal dari mana asal usul beliau maupun tempat kelahirannya.

“Ternyata beliau adalah orang Batak bergelar Sisingamangaraja X Tahun 1817,” kata M Daniel Sri Muda, SH,  salah seorang keluarga alur cicit dari pejuang bangsa Indonesia itu ketika berkunjung ke redaksi Waspada.

Baca lebih lanjut

ARNOLD ALOIS SCHWARSENEGGER

1 Apr

  • Nama:  Arnold Alois Schwarzenegger
  • Nama panggilan: Arnie
  • Lahir: Graz, Austria, 30 Juli 1947
  • Isteri: Maria Shriver (1986 – sekarang)
  • Film:
    Hercules in New York (1970), The Long Goodbye (1973), Stay Hungry (1976), The Terminator (1984), Commando (1985), The Running Man (1987), Predator (1987), Red Heat (1988), Twins (1989), Total Recall (1990), Terminator 2: Judgment Day (1991), Last Action Hero (1993), True Lies (1994), Eraser (1996), Batman & Robin (1997), End of Days (1999), The 6th Day (2000), Collateral Damage (2002), Terminator 3: Rise of the Machines (Juli 2003), Red Heat / Lock Up (2003)
  • Pekerjaan: Gubernur California

Baca lebih lanjut

TEUKU UMAR

30 Mar

Teuku Umar. Ia dilahirkan pada tahun 1854 (tanggal dan bulannya tidak tercatat) di Meulaboh, Aceh Barat, Indonesia. Ia merupakan salah seorang pahlawan nasional yang pernah memimpin perang gerilya di Aceh sejak tahun 1873 hingga tahun 1899. Kakek Teuku Umar adalah keturunan Minangkabau, yaitu Datuk Makdum Sati yang pernah berjasa terhadap Sultan Aceh. Datuk Makdum Sati mempunyai dua orang putra, yaitu Nantan Setia dan Achmad Mahmud. Teuku Achmad Mahmud merupakan bapak Teuku Umar. Baca lebih lanjut