Arsip | kesehatan RSS feed for this section

PANJAITAN PEDULI COVID-19 BERBAGI KASIH

22 Apr

PANJAITAN BERBAGI

ALBUM: BATAVIA MEDICAL CHOIR, DINAS KESEHATAN DKI JAKARTA

20 Apr

BATAVIA MEDICAL CHOIR (BMC)
Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta
– Serve With Heart –

 Pelindung
Dr. R Koesmedi Priharto, Sp.Ot, M.Kes
(Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta)

Penasehat
Een Heryani, S.Sos., M.M.

Choir Co-ordinator
dr. Lysbeth Pandjaitan, M.Biomed

Coach/ Dirigent
dr. Norman P. Nababan, MM

Sopran
dr. Lysbeth Pandjaitan, M. Biomed
dr. Selvy Devita Anggeraini, MM
dr. Hotma Dumaris Lumbanraja, MARS
dr. Hilda, MM
dr. Doris C.M.
dr. Rita Wedya
dr. Tiur Herlina
dr. Vera Marietha
Ns. Jumiati N.R, S.Kep
Margaretha R. Letlora
Rosmawati Aritonang, SKM
Bd. Sarah Elfrida S, Am. Keb
drg. Aty Sukmaningsih
Rista Monica A
Theresia Angelina
Velian F. T

Alto
dr. Santayana Daulay
dr. Rondang Sihotang
drg. Leny Aryani, MKM
dr. S.K. Hendrastuti
dr. Netty Siahan
dr. Murniasi Hutapea
dr. Herni Lestyaningsih, MARS
dr. Siti Ainun Dwiyanti
drg. I. G. A. Rusmala Dewi
drg. Rini Muharni
dr. Nurmari Wahyu Hapsari
drg. Kristy Wathini
drg. Endang Murdiati
Ramsidah Kelara Haloho, SKM

Tenor
dr. Victor Ignatius P. Simamora
Ns. Edward Lumban Raja, S.Kep.
dr. Anang Kuncoro Adi, M.Kes
dr. Jefferson Sibuea
Edwin Nasli, SKM., M.Kes.
Heliantes Pakpahan
Jones Lasmana Pasaribu, Amd
Muchtar Yusuf, SE
dr. Febry RRG

Bass
dr. Parlyn Rap Demak
dr. Syukur P. Telaumbanua
dr.Tagor Sibarani
dr. Budi Setiawan
dr. Anggoro K.N
dr. Roy Michael Bangun
Legiyo, S.Sos

Musical Accompaniment
Daud M Simanullang

Solo KPLDH
Ns. Edward Lumban Raja, S.Kep.

Team Creative
dr. Santayana
drg. Leny Aryani
dr. Parlyn Rap Demak
Ns. Edward Lumban Raja, S.Kep.
dr. Murniasi Hutapea
dr. Nurmari Wahyu Hapsari
dr. Hilda
drg. Aty Sukmaningsih
drg. Endang Murdiati

Production Co-ordinator
dr. Victor Ignatius P. Simamora

Music Produced, Arranged & Co-ordinated  by :
Isran Panjaitan

Executive Producer
Tarabunga Pro

 Produced by :
Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

Songs
01. Mars Dinas Kesehatan Jakarta
Cipt. Dra Quarty Setyowatyi

 

02. Lagu KPLDH
Cipt. Ecep Setyadi

 

Baca lebih lanjut

Berbagai Macam Istilah Yang Harus Kita Ketahui menyangkut Pandemi Corona

16 Apr

Sejak wabah Corona merebak ke seluruh dunia banyak muncul istilah2 yg tidak diketahui oleh di masyarakat. Masyarakat pada umumnya hanya bisa menyebut tanpa mengetahi artinya. Istilah2 tsb banyak muncul terutama di Media Televisi kemudian berlanjut ke Media Sosial.

Berikut istilah2 yg banyak digunakan secara umum:

  • Covid-19: Merupakan akronim dari coronavirus disease 2019.
  • Coronavirus: Keluarga virus yang beberapa di antaranya menyebabkan penyakit pada manusia, ada pula yang tidak. Virus korona tipe baru yang tengah menjadi pandemi saat ini bernama SARS-CoV-2 (severe acute respiratory syndrome-coronavirus-2).
  • Pandemi: Penyebaran penyakit secara meluas ke seluruh dunia.
  • Epidemi: Kondisi di mana penyakit menular menyebar dengan cepat ke banyak orang, di wilayah tertentu & dalam konsentrasi yang lebih tinggi dari biasanya. Skalanya lebih kecil daripada Pandemi.
  • Endemi: Penyakit yang keberadaannya permanen di sebuah wilayah atau populasi. Contohnya penyakit Malaria di sebagian wilayah Afrika seperti Liberia.
  • Imported Case: Ketika seorang penderita COVID-19 tertular di luar negeri lalu kembali ke negaranya serta berpotensi menulari warga sekitarnya.Kini.
  • PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar): Pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi virus corona untuk mencegah kemungkinan penyebaran makin meluas. Sejumlah kegiatan yang melibatkan publik dibatasi, seperti perkantoran atau instansi diliburkan, pembatasan kegiatan keagamaan dan pembatasan transportasi umum.
  • ODP (Orang Dalam Pemantauan): Orang yg biasanya memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit tenggorokan, demam, tetapi tidak ada kontak erat dengan penderita positif. Saat kondisi ODP, orang tersebut tidak perlu rawat inap di rumah sakit tetapi akan diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumah setidaknya selama 14 hari hingga kondisinya membaik.
  • PDP (Pasien Dalam Pengawasan): Orang-orang yang memiliki gejala panas badan dan gangguan saluran pernapasan. Gangguan saluran pernapasan itu bisa ringan atau berat, serta pernah berkunjung ke atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan COVID-19. Tidak hanya itu, PDP juga memiliki indikasi atau diketahui pernah berkontak secara langsung dengan kasus yang terkonfirmasi atau probabel COVID-19. Sebelum diputuskan positif terjangkit, penderita penyakit COVID-19 disebut Pasien Dalam Pengawasan (PDP),
  • Pasien Positive: Pasien yang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 setelah melakukan serangkaian pemeriksaan seperti cek darah, rontgen paru-paru, hingga swab yang harus menjalani perawatan di rumah sakit atau di lokasi yang ditentukan oleh pemerintah.
  • APD, (Alat Pelindung Diri); Alat-alat atau perlengkapan yang wajib digunakan untuk melindungi dan menjaga keselamatan pekerja saat melakukan pekerjaan yang memiliki potensi bahaya.
  • Rapid Test Corona: Pengujian test cepat untuk virus corona baru SARS-CoV-2 (COVID-19).
  • Swab Test: Pengujian test cepat untuk virus corona baru SARS-CoV-2 (COVID-19) dgn perlakuan mengambil sampel ludah atau lendir di tenggorokan bagian belakang atau saluran pernapasan bawah.
  • Social Distancing: Sebuah langkah yg digunakan untuk menghindari penyebaran virus corona dgn cara masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah, dan tak melakukan aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak & juga dgn menjaga jarak antar individu.
  • Physical Distancing: Sebuah langkah atau upaya agar masyarakat tetap menjaga jarak fisik, bukan jarak sosial. Menjaga jarak fisik bukan berarti kita memutus hubungan sosial dengan orang lain. Hal ini dilakukan untuk mengkoreksi perlakuan Social Distancing dalam mencegah penyebaran virus corna sehingga masyarakat tetap bisa berhubungan dengan memanfaatkan teknologi.
  • Karantina: Memisahkan dan membatasi kegiatan orang yang sudah terpapar virus Corona namun belum menunjukkan gejala.
  • Isolasi: Memisahkan orang yang sudah sakit dengan orang yang tidak sakit untuk mencegah penyebaran virus Corona.
  • Lockdown: Pembatasan pergerakan penduduk dalam suatu wilayah dengan cara mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara. Tujuan mengunci suatu wilayah ini agar virus corona tidak menyebar lebih jauh lagi. Semua fasilitas umum harus ditutup, di antaranya sekolah, transportasi umum, tempat umum, perkantoran, bahkan pabrik harus ditutup dan tidak diperkenankan beraktivitas.
  • Herb Imunity (Kekebalan kelompok atau komunitas): Keadaan di mana sebagian besar masyarakat terlindungi atau kebal terhadap penularan penyakit tertentu. Herd immunity bisa muncul dengan cara membiarkan virus terus menyebar sehingga banyak orang terinfeksi dan apabila mereka sembuh, banyak orang akan kebal sehingga wabah akan hilang dengan sendirinya karena virus sulit menemukan host atau inang untuk membuatnya tetap hidup dan berkembang.
  • Suspect: Orang atau pasien dalam pengawasan yang harus menjalani isolasi di rumah sakit dan melakukan pemeriksaan swab.
  • Disinfectan: Zat kimia yang digunakan untuk membersihkan dan membunuh kuman pada benda tak hidup. Biasanya, cairan disinfektan digunakan untuk mensterilkan benda-benda dari pertumbuhan kuman dan bakteri.

 

Baca lebih lanjut

CARA MENGGUNAKAN MASKER YANG DIANJURKAN WHO

22 Mar

Saat KLB (Kejadian Luar Biasa) semua orang ingin melakukan sesuatu yang membuat diri dan keluarganya aman dan terlindungi. Menggunakan masker terkesan logis dan naluriah untuk melindungi diri namun para ahli menemukan bahwa kebanyakan orang tidak memahami cara menggunakan masker yang benar dan secara tidak sengaja dapat mencemari dirinya karena menyentuh bagian luar masker saat melepas dan menyentuh wajah setelahnya atau tidak membuang masker secara benar. Baca lebih lanjut

CARA TERBAIK MENCEGAH AGAR TIDAK TERPAPAR VIRUS CORONA

21 Mar

CARA TERBAIK MENCEGAH AGAR TIDAK TERPAPAR VIRUS CORONA

Kebanyakan orang tertular langsung akibat menghirup percikan batuk atau napas orang sakit.
Orang juga bisa tertular virus karena menyentuh permukaan benda yang tercemar percikan batuk atau napas orang sakit. Para ahli mengatakan virus corona dapat hidup di permukaan benda selama beberapa jam sampai beberapa hari dan karena itu, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir menjadi sangat penting.

Baca lebih lanjut